Rahasia

Ada sepasang suami-istri tua yang telah menikah selama lebih dari 50 tahun. Sepenglihatan dan sepengetahuan seluruh kerabat dan teman2 dekat mereka dari berbagi kalangan dan usia, pasangan suami-istri ini juga selalu kalem dan tidak pernah ada masalah apalagi ribut-ribut.

Ada pun seorang lelaki mapan yang baru saja menjalin hubungan pernikahan, kebetulan dia kenal dengan sang suami tua itu. Seperti biasa, kalo ada orang berhasil sukses, pasti ada aja yang nanya “apa rahasianya?”. Dan si lelaki ini akhirnya pada saat yang tepat menanyakan apa “rahasianya” pada sang suami tua itu.

Sang bapak tua berkata, “Wah, kalo mao diceritakan panjang, nak. Dimulai dari 50 tahun lalu..” Wah dalam hati si lelaki ini, bisa jenggotan gw dengerin cerita si bapak tua ini.. “Ya uda, dipersingkat aja pak..” kata sang lelaki.

Sang bapak tua mulai bercerita, “Jadi begini, semua dimulai 50 tahun lalu. Saat itu saya sedang berbulan madu dengan istri saya. Kami menginap di Hotel terkenal dan bagus. Kemudian, pada suatu siang saya dan istri saya pergi menunggang kuda di halaman belakang hotel. Memang hobi saya dan istri saya menunggang kuda. Belum lama kami menunggang kuda. Tiba-tiba, kuda yg ditunggangi istri saya tersandung. Istri saya terlihat kesal, lalu dia berkata “SATU!”. Saya tidak mengerti dan merasa tdk perlu bertanya, jadi saya lanjutkan kembali. Tidak beberapa lama kemudian, terulang lagi hal yang sama. Kuda istri saya tersandung lagi. Istri saya kesal lagi dan berkata “DUA!”. Saya masih membiarkan sambil tersenyum. Lalu kami melanjutkan menunggang kuda lagi.

Eh, emang kudanya bego kali yah, sang kuda istri saya tersandung lagi. Tiba-tiba istri saya teriak “TIGA!” dan langsung berhenti. Saya bingung melihat istri saya berhenti. Istri saya langsung turun dari kuda itu, merogoh pinggangnya, dan mengeluarkan pistol nya. Langsung.. DOR!!. Kuda itu ditembak mati oleh istri saya.

Saya terkejut setengah mati melihat sikap istri saya. Saya turun dari kuda dan menghampiri dia. Saya berkata kalo tidak seharusnya dia melakukan hal itu, saya memarahi dia karena hal itu tidak baik..dst..dst..

Tiba2 dia melotot ke arah saya dan berkata dgn kencang “SATU!”

Dari saat itu sampai detik ini saya masi bersyukur kalo dia belum mengatakan “DUA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s